Malam itu sunyi, tapi tidak pernah benar-benar sepi.
Di luar barak, mesin masih bekerja. Entah di pit, entah di workshop, selalu ada suara yang mengingatkan bahwa tempat ini tidak pernah tidur. Saya duduk di tepi ranjang, sepatu safety belum dilepas, kepala masih penuh oleh satu pertanyaan sederhana: kenapa semua ini jarang sekali diceritakan?
Tentang lelah yang tidak tercatat.
Tentang keputusan yang diambil dalam lima menit, tapi dampaknya bertahun-tahun.
Tentang sistem yang “harusnya bisa”, tapi runtuh di tengah hutan, hujan, dan keterbatasan.
Dunia tambang sering muncul di publik sebagai angka: tonase, target, produksi, investasi. Kadang muncul sebagai konflik. Kadang sebagai foto alat berat dengan latar matahari terbenam. Hampir tidak pernah sebagai cerita manusia.
Padahal, tambang dijalankan oleh manusia. Dengan tubuh yang lelah, pikiran yang terbatas, dan emosi yang sering harus disembunyikan.
Saya menyadari satu hal: banyak orang tambang menyimpan cerita, tapi tidak punya ruang. Di site, kita terbiasa bicara singkat. Fokus. Praktis. Cerita panjang dianggap buang waktu. Di laporan, tidak ada kolom untuk ragu, takut, atau lelah mental.
MinerStory lahir dari ruang kosong itu.
Bukan sebagai media berita.
Bukan sebagai kanal motivasi.
Tapi sebagai catatan pengalaman.
Di MinerStory, cerita tambang tidak dimulai dari keberhasilan, tapi dari proses. Dari sistem yang gagal, jaringan yang putus, komunikasi yang tidak nyambung, konflik kecil yang membesar, dan keputusan yang harus diambil tanpa semua data tersedia.
Cerita tambang perlu diceritakan karena terlalu banyak pelajaran yang hilang. Kesalahan yang diulang oleh orang berbeda. Tekanan yang dianggap normal sampai seseorang menyerah diam-diam. Teknologi yang disalahkan, padahal manusianya tidak pernah disiapkan.
Dengan bercerita, kita tidak sedang mengeluh. Kita sedang mendokumentasikan realita.
Agar yang baru masuk tidak datang dengan ilusi.
Agar yang memimpin tidak lupa bagaimana rasanya di lapangan.
Agar yang di kantor tahu bahwa site bukan sekadar titik di peta.
MinerStory bukan suara paling keras. Tapi ia ingin jujur.
Tentang tambang yang tidak selalu heroik.
Tentang pekerjaan yang tidak selalu adil.
Tentang manusia yang bertahan, bukan karena kuat, tapi karena harus.
Jika Anda pernah bekerja di site, mungkin cerita-cerita ini terasa dekat.
Jika belum, semoga Anda membaca dengan lebih banyak empati.
Inilah MinerStory.
Cerita nyata dunia tambang dan orang-orang di dalamnya.


