Akar yang Kembali ke Langit Anda telah menyaksikan perjalanan panjang Desa Pangpung. Dari kehancuran yang berbau diesel dan pasir gosong, hingga kemenangan etika di meja bundar […]
Category: Papada Rasa
Bab 9 Warisan dan Tali Paranti
9.1 Angin Perubahan di Muara Kembalinya Delegasi Cijulang dari Singapura disambut dengan sukacita dan kebanggaan yang meluap-luap. Berita tentang kemenangan mereka di meja bundar global—bahwa Koperasi […]
Bab 8 Pertarungan di Meja Bundar
8.1 Konferensi Internasional dan Delegasi Cijulang Perjalanan dari Muara Cijulang ke Singapura—lokasi konferensi konservasi lingkungan dan pasar karbon global—adalah perjalanan melintasi dua dunia. Arsyad, Lia, dan […]
Bab 7 Ancaman Global dan Ujian Komitmen
7.1 Lia dan Nilai Karbon Biru Kemenangan lokal Pangpung atas Kuwu Asmara telah menarik perhatian yang jauh lebih besar daripada yang mereka duga. Bukan lagi Kuwu […]
Bab 6 Konsolidasi dan Kebangkitan Ekonomi
6.1 Tiga Tahun di Bawah Tunads Karuhun Waktu adalah penawar terbaik, dan kearifan adalah pendorong waktu. Tiga tahun telah berlalu sejak malam di mana Jala Kehidupan […]
Bab 5 Kemitraan yang Dipaksakan
5.1 Strategi Greenwashing Korporasi Lia tiba di Jakarta membawa dua hal: Memorandum Hukum dan Ekologis yang tebal, dan komitmen Papada Rasa yang membara. Ia segera bergerak […]
Bab 4 Ujian Silih Asih
4.1 Jala Kehidupan dan Pamali Pasir Kemenangan di Lahan Ngawekas (3.6) adalah kemenangan ganda: ilmiah (Survival Rate 85%) dan moral (Kuwu mundur di hadapan komunitas). Namun, […]
Bab 3 Sintesis dan Papada
3.1 Cinta di Tengah Intimidasi Lumpur Tiga hari berlalu dengan ketegangan yang mencekam. Arsyad menghabiskan waktu dengan Ema Warsih, mengawasi formula Wasiat Benih Purba yang perlahan […]
Bab 2 Wasiat dan Ilmu Pusaka Batin
2.1 Lorong Waktu ke Ruang Pini Sepuh Jalur menanjak menuju rumah Ema Warsih adalah transisi yang tegas dari dunia Kuwu Asmara menuju warisan yang hampir terlupakan. […]
Bab 1 Pangpung dan Beban Ijazah
1.1 Aroma Pengkhianatan di Muara Arsyad tidak perlu membuka mata untuk tahu di mana ia berada. Hidungnya adalah sensor yang jauh lebih jujur daripada matanya. Sepanjang […]









